Selain Perangi Narkoba, IPWL-GMDM Juga Komitmen Lakukan Rehabilitasi

0
5522

Komitmen Indonesia dalam memerangi penyalahgunaan narkoba masih belum maksimal. Penindakan yang gencar dilakukan Polri dan BNN tidak diimbangi dengan upaya pencegahan dan rehabilitasi.

Maka itu, lahirlah Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL-GMDM) yang dibentuk oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan surat keputusan No. 18 tahun 2012 untuk merangkul pecandu narkoba agar melakukan rehabilitasi secara berkala.

Ketua Umum IPWL GMDM, Jefri Tambayong mengatakan, selain memberikan pengobatan atau rehabilitasi, para pecandu yang melapor juga dapat terhindar dari jeratan hukum. Artinya, ketika pecandu kedapatan menggunakan narkoba dalam rajia, maka bagi yang sudah melapor ke IPWL tidak akan terancam vonis kurungan hingga 6 tahun penjara.

“Angka penyalahgunaan narkoba yang ditangani pemerintah itu hanya 4 persen. Jadi diangka itu antara yang mengikuti rehabilitasi dengan yang masuk unsur pidana itu timpang,” kata Jefri saat ditemui di Kota Cirebon, Sabtu (26/1/2019).

Ia menambahkan, jumlah korban penyalahgunaan narkoba lebih besar dibandingkan pengedarnya, padahal mereka adalah orang-orang yang harus diselamatkan. Atas dasar itu, IPWL-GMDM bisa disebut sebagai pusat kesehatan masyarakat yang memungkinkan para pecandu mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here