GMDM: Penyalahgunaan Narkoba Sudah Dianggap Hal Biasa

0
358

Para orang tua dihimbau untuk mewaspadai kasus penyalahgunaan obat-obat terlarang yang belakangan semakin merambah anak-anak usia sekolah. Obat-obatan terlarang itu dijadikan pelarian anak-anak, karena mereka kurang mendapat perhatian dari orang tua dan lingkungan sekitar.

Menurut Dewan Penasehat Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) Pusat, Irjen Pol Arman Depari, penyebaran kasus narkoba didukung oleh faktor lingkungan yang sudah semakin parah. “Orang-orang sudah semakin cuek dan menganggap hal biasa saat melihat tetangga dan temannya mengkonsumsi narkoba,” ujarnya di Mojokerto, Kamis petang (1/10/2018).

Warga juga acuh tak acuh saat mengetahui ada sekelompok anak dan remaja yang menghisap lem, agar bisa mabuk kepayang. Padahal, menurut Arman yang juga Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut, pengguna narkoba di negeri ini

jumlahnya sudah setara dengan total penduduk Singapura, dan angkanya cenderung akan terus bertambah. Pihaknya merasa lebih khawatir lagi, kalau para guru dan dosen sudah tidak peduli lagi dengan kasus ini. Karena, imbas dari beragam kasus kejahatan itu kerap bermula dari kasus penyalahgunaan narkoba.

Dia kemudian menyebutkan kebanyakan kasus pelajar dan mahasiswa yang belum memiliki penghasilan itu, terpaksa mengunaan uang sekolah atau menjambret untuk membeli narkoba. Bahkan Arman kerap menemukan kasus pelajar putri dan mahasiswi yang rela melakukan barter tubuh dengan narkoba.

Dia mengingatkan, saat ini ada sekitar 37-40 orang setiap hari meninggal karena kasus narkoba. “Secara ekonomi, pengeluaran untuk narkoba ini sudah mencapai Rp82 triliun. Jauh lebih besar dari anggaran untuk pembangunan jalan trans Jawa yang hanya sekitar Rp17 triliun,” ujarnya.

Dana untuk narkoba itu, kata dia, terdiri dari Rp62 triliun untuk membeli narkoba dan sisanya yang Rp20 triliun untuk biaya penanganan imbas dari penggunaan narkoba seperti terapi, rehabilitasi dan sebagainya. Masyarakat Indonesia dipasok ‘racun’ pihak asing, karena hampir semua narkoba itu berasal dari luar negeri.

Arman Depari datang ke Mojokerto untuk menghadiri pelantikan pengurus DPW GMDM Mojokerto. Ormas anti narkoba di Jatim ini sudah memiliki kepengurusan di 17 kab/kota. “Tap baru DPW Surabaya dan Mojokerto yang sudah dilakukan pelantikan kepengurusan,” ujar Sekertaris DPD Jatim, Siswanto.

Ketua DPW Mojokerto terpilih, Novi Kurnianto berencana akan langsung tancap gas melakukan sosialisasi pencegahan narkoba sesuai dengan ranah ormas nirlaba tersebut. “Mojokerto masuk daerah rawan penyalahgunaan narkoba berat. Karena  kota kami posisinya sebagai daerah penyangga kota-kota sekitarnya,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here