DPD GMDM Jateng Sinergi dengan Diknas dan BNN Provinsi Jateng Gelar TOT Penyalahgunaan Narkoba

0
952

DPD IPWL GMDM Jawa Tengah menggelar kegiatan Training of Traner (TOT) Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba untuk seluruh Kepala Sekolah SMA dan SMK seKota Semarang, di Hotel The Azana, Jl. Jenderal Sudirman, Semarang Kota, Jawa Tengah, Kamis (21/02/19).

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama dan sinergi antara DPD IPWL GMDM Jateng dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng dan Kota Semarang serta BNN Provinsi Jateng, dengan tujuan untuk membentuk Satgas Anti Narkoba di sekolah masing-masing guna mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya Ketua DPD GMDM Jateng, Joko Prabowo mengharapkan semua lapisan masyarakat bersama TNI/POLRI, Pemda Semarang Kota dan Pemprov Jawa Tengah sinergi dan bahu membahu dalam menghindari, mencegah, menolak penyalahgunaan narkoba. “Seperti slogan BNN RI ‘Katakan tidak Pada Narkoba’. GMDM Jateng mulai bergerak untuk perang terhadap narkoba, lebih baik mencegah dari pada mengobati,” kata Joko.

Hadir dalam kegiatan antara lain, selaku narasumber Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Drs. Arman Depari, Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol. Muhamad Nur, Walikota Semarang Hendar Prihadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Plt. Sulistyo, S.Pd, MM, Kepala Cabang Wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Semarang Dra. Asih Widhiastuti, M.Si, Kepala Diknas Semarang Kota dan Ketua Umum GMDM Jefry Tambayong yang diwakili Umar Al Khottob atau yang akrab disapa Ki Dalang. Hadir juga Dandim 0733/BS Semarang Letkol Kav Zubaidi, Kapolresta Semarang Kombes Pol. Abioso Seno Ahli diwakili Kasatnarkoba AKBP Bambang Yugo Pamungkas, SH, S.IK, M.Si, Perwakilan siswa siswi SMA/SMK dan para guru seKodya Semarang.

Pada kesempatan tersebut, Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Drs. Arman Depari dalam paparannya menyampaikan, seluruh wilayah Indonesia perlu mendapat perhatian, terutama untuk bisa bekerjasama dan bersinergi antara semua instansi dan lapisan masyarakat dalam melakukan pencegahan terhadap peredaran gelap narkoba.

Untuk Jawa Tengah, secara pribadi Arman melihat ada potensi masuknya narkoba yang diselundupkan dari luar negeri bahkan produksi narkoba yang ada di Jawa Tengah. “Karena beberapa waktu lalu kita pernah menemukan hal seperti itu. Penyelundupan narkoba dari luar negeri yang jumlahnya cukup besar, juga ada pabrik ataupun produksi narkoba yang ada di tengah masyarakat,” katanya.

Oleh karena narkoba ancaman bagi semua, terutama generasi muda “millennial”, kata Arman Depari, maka sudah merupakan kewajiban semua pihak untuk ikut serta di dalamnya dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan narkoba.

“Karena itu kehadiran Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) sebagai bentuk kepedulian masyarakat sebagai upaya dari masyarakat sendiri yang ingin turut serta, dan sifatnya voulenteer atau sukarelawan atas panggilan hati nurani sendiri untuk menyelamatkan generasi muda kita,” kata Jenderal parlente yang juga pendiri GMDM ini.

Hal senada disampaikan Walikota Semarang, Hendar Prihadi bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba bukan tugas duniawi saja, tetapi sudah merupakan tugas dari Tuhan YME. “Karena kita betul- betul menyelamatkan manusia, generasi muda. Di situ GMDM ada upaya-upaya penyelamatan, kemanusiaan, sekaligus rujukan kita tetap memelihara dan membentengi generasi muda,” ujarnya.

Dalam paparannya, selaku pemateri TOT sendiri ia menekankan agar hal seperti itu perlu mendapat penanganan yang tepat, bukan sekedar penangkapan untuk pemberantasan, tetapi juga berupaya untuk mencegah, karena bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati.

“Upaya-upaya yang disampaikan dalam TOT oleh GMDM agar bisa diteruskan ke seluruh masyarakat kita, khususnya di sekolah, untuk bisa sama-sama mengawasi sekaligus menolak, agar kita tidak menjadi korban dan sasaran peredaran gelap Narkoba. Diharapkan, kalau kita sudah berani menghindari, menolak tentunya bisa membentengi masyarakat generasi muda kita dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Masih di tempat yang sama, Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. Muhamad Nur menyampaikan, GMDN merupakan salah satu dari aplikasi Keppres No. 6 tahun 2018 tentang Instruksi Presiden. “Sekarang ini negara kita ‘Darurat Narkoba’. Jadi kita semua harus bersinergi, karena tidak bisa semua diserahkan kepada penegak hukum saja. Penduduk Indonesia 40% kaum muda, karena GMDM adalah organisasi masyarakat, tentunya GMDM juga harus didukung semua lapisan masyarakat dan Pemerintah Daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, Staf Ahli Walikota Semarang H. Mustohar, SH, M.Hum menerangkan, jika penduduk Indonesia 40% kaum muda dan Jawa Tengah 1,16% adalah generasi muda yang cenderung masih sangat labil dalam pergaulan sehari-hari dan memilih teman, maka dengan adanya acara TOT yang diselenggarakan GMDM ini sangat perlu dukungan semua pihak, baik TNI/Polri, Pemerintah Daerah dan organisasi masyarakat yang ada di Semarang untuk ikut serta kegiatan ini mendukung GMDM.

“Bila perlu ormas sebagai Jurkamnya GMDM. Karena mencegah lebih baik dari pada mengobati dan memberantas peredaran gelap narkoba bukan hanya tugas duniawi saja, melainkan tugas mulia, karena ini urusan dengan hidup matinya seseorang,” katanya mengakhiri sambutan.

« 1 of 2 »

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here